Analisis Persepsi Anggota Jemaat Tentang Karakter Kepemimpinan Pekaindoran dan Implikasinya Bagi Majelis Gereja Toraja Jemaat Malolo Sesesalu Klasis Rembon Sadoko’

Penulis

  • Melianti Paonganan KEPEMIMPINAN

DOI:

https://doi.org/10.34307/kamarampasan.v1i2.42

Kata Kunci:

karakter, kepemimpinan , pekaindoran

Abstrak

  1. Abstract: Where in the Malolo Sesesalu, members of the congregation usually experience cases of disputes, but from the cases that occur the congregation members tend to report to pesindoran as a customary goverment rather than to the church assembly. It means that the members of the congregation are more trusting in the pekaindoran to solve problems than the church council.The purpose of this research is to describe the perceptions of congregation members about the leadership character of pekaindoran and the implication for the Toraja church assembly of the Malolo Sesesalu as a classic Rembon Sado’ko’. The method that the author intends to use in completing this paper is a qualitative  research method whose data were obtained through interviews, observations, and literature studies.The results of the research obtained from the field, the congregation members have the view that the leadership character of Pekaindoran has good character values such as fair, firm and even the members of the congregation really feel the leadership of Pekaindoran.

    Keywords: Character, Leadership, Pekaindoran

     

    Abstrak: Di jemaat Malolo Sesesalu warga jemaat biasa mengalami kasus perselisihan namun dari kasus yang terjadi warga jemaat cenderung melapor ke Pekaindoran sebagai pemerintahan adat dibandingkan ke majelis gereja. Artinya bahwa warga jemaat lebih percaya kepada Pekaindoran untuk menyelesaikan masalah dari pada majelis gereja.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi anggota jemaat tentang karakter kepemimpinan Pekaindoran dan implikasinya bagi majelis gereja toraja jemaat Malolo Sesesalu klasis rembon sado’ko’. Metode yang hendak dipakai penulis dalam merampungkan karya tulis ini adalah metode penelitian kualitatif yang perolehan datanya melalui wawancara, observasi dan studi pustaka.Hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan, warga jemaat memiliki pandangan bahwa karakter kepemimpinan Pekaindoran memiliki nilai-nilai karakter yang baik seperti adil, tegas dan bahkan warga jemaat sangat merasakan kepemimpinan dari Pekaindoran.

    Kata kunci:  Karakter, Kepemimpinan, Pekaindoran

Referensi

A.J. Tjahjoanggoro Agus Wijaya, N. Purnomolastu, Kepemimpinan Berkarakter (Jakarta: Brilian Internasional, 2015)., hlm. 2

Sen Sendjaya, Jadilah Pemimpin Demi Kristus (Jakarta: Literatur Perkantas, 2004)., hlm. 257

Yuyun Rachmayuniawati Sri Mulyeni, Kepemimpinan Organisasi (Media Sains Indonesia, 2020)., hlm. 2-3

Harries Madiistriyantoo, Pemimpin Dan Memimpin (Bintang Pustaka Madani, 2020), hlm. 1-3

Mukhsinuddin M.Juned Syuib, Pemimpin Berkarakter Dan Amanah, n.d.

Agus Wijaya, N. Purnomolastu, Kepemimpinan Berkarakter. hlm.17

Kaswan, Leadership and Teamworking (Bandung: Alfabeta, 2014).hlm. 17

Widya Gunawan, “Kajian Kritis Tentang Karakter Kepemimpinan Ester Berdasarkan Kitab Ester Dan Relevensinya Bagi Kepemimpinan Perempuan Masa Kini” (Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja, 2018). hlm. 6

Reimond Napitupulu Didi Hasan Putra, Shalahuddin, Dasar-Dasar Ilmu Kepemimpinan Teori Aplikasi, (Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia, 2019).hlm. 29,32

Wirawan, Kepemimpinan Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi Dan Penelitian (Jakarta: Rajawali Pers, 2014). hlm. 20

Arafat Yasir Mallapiseng, Kepemimpinan (Jakarta: Deepublish CV Budi Utama, 2018).hlm. 31,40,45-50.

Yakob Tomatala, Kepemimpinan Kristen (Jakarta: YT Ledearship Foundantion, 2002). hlm. 12-13

Zakaria, “Strategi Pemimpim Kristen Dalam Menghadapi Post-Modern Di Gereja Kemah Injil Indonesia Kota Pontianak,” n.d.

Agus Wijaya, N. Purnomolastu, Kepemimpinan Berkarakter. Hlm. 16

Wilfre Wen Lungsu, Seni Kepemimpinan Gereja (Manado: Yayasan Family, 2017). hlm. 8

Frans Bararuallo, Kebudayaan Toraja (Jakarta: Atma Jaya, 2010).hlm. 17.

Ellyne Dwi Poespasari, Hukum Adat Suku Toraja (Surabaya: Jakad Publishing, 2019). hlm. 12.

Yuni Dhea Utari Pitriani, Irlina Dewi, Hukum Adat (Bengkalis Riu: Dotplus Publisher, 2021). hlm. 3.

Marcelina Sanda Lebang Pakan, Rumah Adat Tongkonan Orang Toraja Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan, 2018.

Maria Liling, “Wawancara,” 2022.

Unduhan

Diterbitkan

29-09-2023