Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Kegiatan Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja

Penulis

  • Siska Bua'torak Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja

DOI:

https://doi.org/10.34307/kamarampasan.v1i2.39

Kata Kunci:

Perempuan, Gender, Budaya

Abstrak

Abstract: Seeing the situation that occurred in Lembang Rea Tulaklanggi, especially in the Ma’parappo event, the author will explain the causes regarding the role of women in Ma’parappo activities so that they are not given space to express their opinions. Women are part of the men, but women often have the lowest position compared to men; as in the Ma’parappo event, women are only placed in the kitchen, so there is no equality between men and women. This writing aims to describe women's role in the Ma’parappo event in Lembang Rea Tulaklangi' Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. This research was completed through a qualitative approach in which researchers observed phenomena or events that occurred at research locations, such as the role of women in Ma’parappo activities, with a descriptive method using data collection techniques with observation and interview techniques. After analyzing the data, it can be concluded that the lack of knowledge in the community resulted in women's leadership roles being sidelined by men in Ma’parappo activities in Lembang Rea Tulaklangi' Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja.

Keywords: Women, Gender, Culture

 

Abstrak: Melihat keadaan yang terjadi di Lembang Rea Tulaklanggi khususnya dalam acara Ma’parappo maka penulis akan menguraikan tentang penyebab mengenai peran perempuan dalam kegiatan Ma’parappo sehingga tidak diberi ruang dalam mengeluarkan pendapat mereka. Perempuan adalah bagian dari laki-laki tetapi sering kali perempuan mendapat kedudukan yang paling rendah dibanding dengan laki-laki sama halnya dalam acara Ma’parappo perempuan hanya ditempatkan dibagian dapur saja seingga tidak ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menguraikan peran perempuan dalam acara Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi’ Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja. Penelitian ini dirampungkan melalui pendekatan kualitatif dimana peneliti mengamati fenomena atau kejadian yang terjadi di lokasi penelitian seperti peran perempuan dalam kegiatan Ma’parappo, dengan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara. Setelah menganalisis data, maka dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan bagi masyarakat yang mengakibatkan peran kepemimpinan perempuan tersisihkan oleh laki-laki dalam kegiatan Ma’parappo di Lembang Rea Tulaklangi’ Kec. Saluputti Kab. Tana Toraja.

Kata kunci:  Perempuan, Gender, Budaya

Referensi

Mansour Fakih. Analisis Gender Dan Trasformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1996.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi ; Cetakan Ketiga Puluh Delapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.

Nicola Hoggrad Creegan, Chistine Phol. Perempuan Di Perbatasan. Jakarta: PT Gunung Mulia, 2010.

Noling, Lois Benne, A Purwanto, and Juliana Lumintang. “Perubahan Hukum Adat Pada Tradisi Perkawinan Masyarakat Suku Toraja Di Lembang Dende’ Kabupaten Toraja Utara.” HOLISTIK, Journal Of Social and Culture 12, no. 4 (2019): 1–21.

Paulus Budi Kleden, SVD. Teologi Terlibat Politik Dan Budaya Dalam Terang Teologi.

Yogyakarta: Ledaredo, 2012.

Retnowati. Perempuan-Perempuan Dalam Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia., 2002. Sugihastuti, Itsna Hadi Saptiawan. Gender Dan Inferioritas Perempuan. Yogyakarta:

Pustaka Belajar, 2010.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.

———. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2014.

Tinis Vivid Laia. “Kesetaraan Laki-Laki Dan Perempuan Menurut Kejadian 1:26-27

Dan 2:18-23 Serta Implikasinya Dalam Masyarakat Dan Gereja.” Teologi dan Pendidikan Kristen 1 (2019): 48.

Unduhan

Diterbitkan

29-09-2023